» Berita » Parsadaan Pomparan Ompu Raja Sipaettua se Jabodetabek Terbentuk
Senin, 19 November 2012 - 04:51:31 WIB

Parsadaan Pomparan Ompu Raja Sipaettua se Jabodetabek Terbentuk

Diposting oleh : Admin01
Kategori: Ulaon Adat - Dibaca: 883 Kali

Jakarta (SIB)- Parsadaan Pomparan Ompu Raja Sipaettua se Jabodetabek terbentuk. Hal itu ditandai dengan kesepakatan bersama serta pelantikan pengurus periode tahun 2015- 2018, Minggu (13/9) di gedung KNPI, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan dihadiri sekitar 1000 orang, meliputi tokoh masyarakat, pemuka adat dan generasi muda.

Ketua Umum dan Sekjen terpilih adalah Brigjen TNI ( Purn) Berlin Hutajulu dan Dr Hotland  Hutajulu, Bendahara Umum, David M Hutapea didampingi  beberapa pengurus inti lainnya.

Perlu diketahui bahwa Ompu Raja Sipaettua, terdiri dari 7 marga, yakni Hutahaean, Aruan, Hutajulu (Pangulu Ponggok Naiborngin), Sibarani, Sibuea (Partano Naiborngin), Pangaribuan dan Hutapea ( Ompu Raja Laguboti).

Brigjen TNI  (Purn) Berlin Hutajulu didampingi Hotland Hutajulu, Gunung Hutapea dan pengurus lainnya, kepada wartawan mengemukakan, visi dan tujuan utama organisasi yang dipimpinnya diformulasikan menjadi one heart (satu hati), one brother hood (satu persaudaraan sejati) dan one power (satu kekuatan baru).

Berlin Hutajulu, yang juga Ketua Umum Punguan Hutajulu & Boru se Jabodetabek dan mantan anggota DPRD DKI Jakarta  ini menyatakan, fokus utama organisasi Pomparan Sipaettua adalah menjawab tantangan era modern, yang mendorong kemajuan peradaban zaman yang tidak bisa ditolak.

Untuk itu, keluarga besar organisasi melakukan fokus arah kerja, berupaya menggali kembali dasar pengikat persaudaraan sejati yang dibangun leluhur, khususnya yang berbasis kultural, yaitu penggalian kembali adat istiadat dan budaya yang pernah dibangun dan ditinggalkan leluhur masa lalu.

"Oppu Raja Sipaettua di masa lalu telah menciptakan konsep adat Batak, bahkan tidak asing lagi bagi raja-raja adat di Jakarta khususnya dan Indonesia umumnya untuk dilaksanakan keturunannya," kata Berlin Hutajulu sembari menyebutkan, di sisi lain, dalam adat dan budaya Batak juga dikenal membangun Tugu Parsadaan sebagai tanda kebersamaan persaudaraan di antara keturunannya.

Ketujuh marga Sipaettua akan berupaya melakukan inisiasi secara bersama-sama, sebagai tanda kebersamaan sehati dan persaudaraan. Memang, tambahnya, akan dimulai dengan methodologi menggali akar adat istiadat dan budaya yang telah ada sejak dahulu kala.

Benturan kepentingan dan tujuan akhir yang tidak dapat dielakkan dari kemajuan zaman, kata Berlin, memang sangat keras daya dorongnya menghantam seluruh Asia, bahkan dunia, termasuk Indonesia, teristimewa masyarakat Batak.

Bahkan Pomparan Sipaettua secara nyata merasakan dampaknya, terbukti semakin porak porandanya hubungan sosial dan persaudaraan di tanah leluhur, bahkan amat jelas menembus hati dan jiwa masyarakat Batak, terutama yang tinggal di kampung halaman, yang memiliki rasa tega tidak satu lagi dalam pelaksanaan adat yang kakak beradik (bersaudara) sebagai akibat implementasi civilization consept (Eropa/USA).

Pada tataran pemilihan legislatif tingkat 2 (DPRD kabupaten/kota) dan kepala desa, misalnya, sangat dirasakan dampaknya, karena sudah mampu mengalahkan social interralation berbasis tatanan adat istiadat yang telah dibangun leluhur sejak 3.000 tahun lalu.

Gunung Hutapea, salah seorang anggota Tim Kerja Parsadaan Pomparan Sipaettua menegaskan, bahwa organisasi ini dibentuk tidak terkait dengan unsur politik. Namun, salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah membangun sikap dan keinginan bersama untuk mendorong Pomparan Sipaettua bersatu dan saling membantu untuk meningkatkan image dan reputasi di masa depan, baik di tingkat wilayah Pemerintahan Tobasa, maupun di berbagai kota di Indonesia, bahkan tataran nasional dan internasional.

Berlin Hutajulu membenarkan, langkah awal yang segera dilaksanakan adalah membangun komunikasi dengan kampung halaman, untuk menyatukan visi-missi tujuan bersama. 

Sebab, belakangan ini sangat terasa kehangatan persaudaraan antara satu marga dengan marga yang lain seakan "hilang"  sehingga perlu direnda kembali untuk membangkitkan rasa kerinduan dan ketulusan sesama saudara, untuk dapat menerima satu dengan yang lain dengan rasa cinta kasih persaudaraan yang baru.
 
Sekjen Hotland Hutajulu menambahkan, pada tahun 2015 ini akan dilanjutkan pembentukan di 7 area Indonesia, yakni area  P. Siantar -Labuhanbatu, Medan- Kuala Namu (Deli Serdang/Serdang Bedagai), Riau-Jambi, Batam-Bangka-Belitung, Jawa Barat, Jawa Timur, dan area Indonesia Timur.

3 Komentar :
Alat Pemadam Api
01 November 2018 - 10:02:46 WIB

Terimakasih atas informasinya.

liga olahraga
11 Desember 2018 - 17:28:10 WIB

semoga menjadi hal yang positif dengan terbentukanya komunitas ini

sriratubali
31 Juli 2019 - 16:35:57 WIB

Hanya ada satu kata... Mantap!
jasa seo profesional http://inggil.com
jasa seo uang kembali http://zaujati.com


Isi Komentar :
Nama
Website
Komentar
 
 
 
Statistik Pengunjung
008391
Pengunjung hari ini:7
Total pengunjung:2136
Hits hari ini:13
Pengunjung online:1